Kamis, 27 Desember 2012

LANGKAH-LANGKAH & PENGUKURAN TUNE UP ENGINE


JUDUL KOMPETENSI
DIAGRAM WEARING PENGAPIAN




KRITERIA UNJUK KERJA
Mampu menerangkan & menunjukkan cara system pengapian dari awal sampai akhir

  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :
  1. ACCU/BATERAI :
Menyediakan arus listrik tegangan rendah (biasanya 12 V) .
  1. IGNITION COIL/SEKUNDER COIL :
Menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlukan untuk pengapian .
  1. KUNCI KONTAK :
Untukmemutuskan & menyambung arus listrik.
  1. BREAKER POINT/
PLATINA :
Memutuskan arus listrik & menghubungkan arus listrik .
  1. CAPASITOR/
CONDENSER :
Untuk menyimpan arus listrik & membuang arus listrik sementara .
  1. ROTOR :
Untuk membagikan arus listrik ke tiap* busi sesuai FO .
  1. BUSI : Untuk mengeluarkan arus listrik menjadi loncatan bunga api .
  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
Arus listik tegangan rendah (12 V ) dibaterai menuju ke kontak dan diteruskan masuk ke coil ( + ) melewati kumparan primer & keluar menuju coil ( - )kemudian menuju ke distributor, didalam distributor terhubung oleh platina & condenser disaat platina menutup arus listrik yang dari dibaterai baterai menuju ke massa/ ( - ), dan saat platina membuka akan terjadi induksi magnet listrik (electromagnetic induction ) mengakibatkan kenaikan tegangan /terjadi induksi tegangan tinggi pada sekunder coil yang tadinya 12 V menjadi 10.000-12.000 KVkemudian kumparan sekunder yang diteruskan kerotor untuk dibagikan ke masing-masing busi di dalam silinder sesuai urutan pengapiaan ( firing order ).
JUDUL KOMPETENSI
PEMELIHARAAN & PENYETELAN MESIN/ ENGINE TUNE-UP

KRITERIA UNJUK KERJA
PEMELIHARAAN, PEMERIKSAAN & PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN

  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :
  1. BATERAI/ACCU :
Sumber arus listrik tegangan rendah ( biasanya 12 V ) untuk ignition coil.
  1. IGNITION COIL :
Menaikkan tegangan yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi yang diperlikan untuk pengapian.
  1. KUNCI KONTAK :
Untukmemutuskan & menyambung arus listrik.
  1. CAM( NOK ) :
Membuka breaker point ( platina ) pada sudut crankshaft ( poros engkol ) yang tepat untuk masing* silinder.
  1. BREAKER POINT/
PLATINA :
Memutuskan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer dari ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan sekunder dengan jalan/cara induksi magnet
listri ( electromagnetic induction ).


  1. CAPASITOR/ 9. VACUUM ADVANCER :
CONDENSER : Memajukan saat pengapian sesuai
Untuk menyimpan arus listrik & dengan beban mesin ( vakum
membuang arus listrik sementara . intake manifold ).
  1. ROTOR : 10. DISTRIBUTOR CAP :
Untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi untuk Membagikan arus listrik tegangan
Masing* busi sesuai FO . tinggi untuk masing* silinder.
  1. BUSI : Untuk mengeluarkan arus listrik tegangan 11. KABEL TEGANGAN TINGGI :
tinggi menjadi loncatan bunga api. Mengalirkan arus listrik ke busi.
  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
Jika kunci kontak diputus maka arus primer dari baterai/accu akan mengalir ke coil pengapian, kemudian ke platina & massa. Apabila platina terbuka maka aliran arus primer tertutup, hal ini mengakibatkan hal* sbb :
  1. Pada kumpara sekunder timbul arus listrik induksi tegangan tinggi ( 10.000-12.000 ), pada motor 2 silinder/1 ( tunggal ) arus ini langsung mengalir ke busi, sedangkan pada motor dengan silinder banyak, arus yang mengalir ke busi melalui pembagian arus listrik ( menyesuaikan fering order ).
  2. Pada kumparan primer timbul arus listrik induksi sendiri dengan ( 360 V-400 V ), arus ini mengalir & di samping sementara didalam kondensor. Apabila platina menutup kembali, maka muatan listrik yang ada didalam kondensor akan mengalir ke rangkaian arus primer, sehingga aliran arus listrik primer menjadi penuh. Pada waktu memutus arus terbuka kembali maka arus listrik induksi yang terjadi pada kumparan sekunder sudah cukup besar. Untuk mematikan mesin dapat dilakukan dengan memutuskan aliran arus listrik primer melalui kunci kontak.

































JUDUL KOMPETENSI
PERAWATAN MESIN ( ENGINE TUNE-UP )

KRITERIA UNJUK KERJA
MAMPUK UNTUK MENGENAL / MENJELASKAN, MERAWAT & MEMPERBAIKI SISTEM BAHAN BAKAR BENSIN

  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :
  1. TANGKI BAHAN BAKAR/fuel tank :
Sebagai tempat menampung bahan bakar.
  1. POMPA BENSIN/FUEL PUMP :
Untuk memompa bahan bakar dari tangki menujunke karbulator.
  1. SARINGAN BENSIN/FUEL FILTER :
Untuk menyaring timah*, logam yang berasal dari bensin.
  1. KARBULATOR :
Untuk mencampurkan bahan bakar & udara.
  1. SARINGAN UDARA :
Untuk menyaring udara yang masuk ke karbulator.
  1. SILINDER :
Sebagai tempat terjadinya pembakaran.
  1. SALURAN BUANG/EXHAUST :
Untuk saluran sisa hasil pembakaran.







  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
Bahan bakar pada tangkimengalir ke karbulator karena letak tangki dibawah dan karbulator diatas maka bahan bakar harus dihisap melalui pompa bensin, yang sebelumnya di saring terlebih dahulu oleh saringan bensinkemudian mengalir ke karbulator, untuk di campurkan dengan udara dan bensin yang telah di saring oleh saringan udarakemudian di alirkan ke masing* silinder untuk pembakaran ( usaha )kemudian hasil pembakaran dibuang melalui saluran buang/exhaust manifold.

JUDUL KOMPETENSI
PEMERIKSAAN BATERAI/ACCU

KRITERIA UNJUK KERJA
MAMPU MENERAPKAN, MEMAHAMI & MEMERIKSA KONDISI BATERAI/ACCU DARI FISIK, TEGANGAN JENIS,ELEKTROLOK SERTA MENGETAHUI TATA CARA PENGISIAN DAN PENGOSONGAN

  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :
CARA : PENGOSONGAN
PENGISIAN
Sistem cepat
Sistem lambat
Pengukuran tegangan arus balik.
Pengukuran berat jenis cairan elektrilit.
Kondisi plat baterai/accu.
  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
  • Pengosongan baterai/ACCU: Bila dilakukan pengosongan baterai/accu apabila terjadi kotoran besi/logam yang masuk ke dalam baterai/accu, temperature tinggi akan mempercepat pengosongan apabila kurang pemeliharaan, uap asap sulfat yang akan berkembang selama pengisian.
  • Pengisian lambat : Pengisian dengan kecepatan rendah untuk waktu yang lama hingga terisi penuh & memakan waktu 12-24 jam. Apabila berat jenis elektrolit tidak mencapai batas normal.
  • Pengisian cepat : Pengisian dengan kecepatan arus tinggi dalam waktu yang singakt besar arus yang dialirkan antara 40 Amper sampai dengan 60 Amper dalam waktu 15-45 menit hal ini yang harus diperhatikan adalah suhu elektrolit, selama pengisian jangan sampai melebihi 120 derajat ( F ), karena kenaikan suhu elektrolit yang cepat dapat menyebabkan kerusakan pada sel baterai/accu.
  • Memeriksa berat jenis elektrik : Cara melakauakan besar jenis elektrolik ini adalah dengan mengukur berat jenis elektrolik dengan hydrometer/thermometer sebagai petunjuk suhu elektrolik hydrometer sudah di kalibrasi untuk mengukur berat jenis elektrolit pada suhu 80 derajat ( F ).
  • Kondisi fisik baterai/ACCU : Beberapa kondisi fisik yang dapat menyebabkan baterai rusak, yaitu :
  1. Ikatan terlalu kencang dan longgar
  2. Kotak baterai/accu dan tutup baterai/accu rusak
  3. Kotoran akibat pensulfatan pada terminal
  4. Elektrolit yang sedikit
Mengukur dengan cara menggunakan avometer dengan menempatan kutub positif ( + ) dan kutub ( - ) dan tegangan pada baterai 12 V harus menunjukkan 12 V arus pada baterai dapat naik dengan sendirinya pada saat terjadi pengisian pada baterai/accu.
JUDUL KOMPETENSI
SISTEM PELUMASAN PADA MESIN

KRITERIA UNJUK KERJA
MAMPU MEMAHAMI DAN MELAKSANAKAN PERAWATAN/PERBAIKAN SISTEM PELUMASAN


  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :


KETERANGAN :
  1. Bantalan/bearing
  2. Oli dalam bak engkol/carter
  3. Pompa oli
  4. Saringan oli
  5. Saluran oli bertekanan tinggi
  6. Saringan awal







FUNGSI SISITEM PELUMAS : Mencegah keausan, mengurangi panas yang berlebihan, mengurangi gesekan dan mencegah suara berisik yang ditimbulkan oleh permukaan yang bersinggungan/bergesekan , mencegah korosi, membersihkan kotoran.

  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
  • Jenis* pompa oli :
Pompa pelumas jenis roda gigi
Pompa pelumas jenis sertifugal
Pompa peliumas jenis player

  • Bagian * yang perlu mendapatkan pelumasan :
~ Dinding silinder, torak, cincin torak & pena torak
~ Poros engkol beserta bantalannya
~ Mekanisme katup
~ Rantai timing ke poros pompa
  • Prinsip kerja system pelumasan :
Oli/pelumas yang ditampung dalam carter di pompa oleh piompa oli yang sebelumnya oli telah disaring oleh saringan awalkemudian oli dialirkan menuju ke filter oli/saringan oli pompa oli kemudian pelumasan disalurkan ke saluran* melalui saluran oli bertekana tinggi proses tersebut berlangsung selama mesin/engine dalam keadaan hidup.

JUDUL KOMPETENSI
SISTEM PENDINGIN PADA MESIN

KRITERIA UNJUK KERJA
MEMAHAMI DAN MELAKSANAKAN PEMELIHARAAN & PERBAIKAN SISTEM PELUMAS


  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :
  1. TUTUP RADIATOR :
Untuk mengefektifkan radiator.
  1. RADIATOR :
Untuk memancarkan panas yang berasal dari cairan hanagat pada block silinder dan kepala silinder .
  1. TERMOSTAT :
Untuk bekerja dan membuka katub selang yang menuju selang atas radiator.
  1. WATER JAKET :
Untuk menyerap panas yang berasal dari block silinder dan kepala siliinder.
  1. TALI KIPAS :
Untuk memindah tenaga dan putaran dari puli poros engkolmmenuju puliu kipas untuk kipas mekanik.
  1. KIPAS :
Untuk menarik udara dari lubang* radiator.

  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
Mesin hidup, temperature masih normal. Apabila mesin mulai temperature naik ( panas ) termostat akan membuka bila suhu sudah mencapai 80-90 derajat ( c ) apabila suhu belum mencapai suhu yang ditentukan termostat akan menutup sehingga akan terjadi sirkulasi pendek, hal itu air pendingin tidak melewati radiator melainkan lewat saluran by pass & kembali mentel/water jaket. Hal itu bertujuan agar temperatu kerja mesin cepat tercapaikemudian cairan panas mengalir melalui selang atas dan turun ke radiatorkemudian cairan panas itu didinginkan dengan kipas pendingin yang digerakkan oleh V-belt lalu setelah dingin/diturunkan temperaturnya di radiator di hisap oleh pompa pendingin untuk disalurkan kembali ke mantel air/water jaketsirkuit ini berlangsung sampai mesin hidup.



JUDUL KOMPETENSI
PENYETELAN KATUP

KRITERIA UNJUK KERJA
SISWA MAMPU MEMAHAMI, MEMELIHARA & MAMPU MELAKSANAKAN PENYETELAN KATUP

  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :


  1. VALVE :
Untuk membuka dan menutup saluran hisap & saluran buang.
  1. ROCKER ARM :
Untuk menekan ke atas oleh batang penekan, katup akan tertekan dan membuka.
  1. CAMSHAFT :
Untuk membuka dan menutup katup hisap & katup buang sesuai timing ( saat ) yang ditentukan.
  1. LASH ADJUSTER :
Untuk menekan rocker arm.
  1. CAM :
Untuk menggerakkan rocker arm/ untuk menekan katup.


  • KRITERIA HASIL URUTAN PEKERJAAN :
LANGKAH* PENYETELAN KATUP :
  • Buka tutup kepala silinder
  • Putar pully sampai mencapai top 1 ( 360 derajat )
  • Kemudian katup yang dapat disetel adalah katup hisap & buang pada silinder 1, kemudian katup buang silinder 2 dan katup hisap silinder 3
  • Setelah katup* tersebut selesai disetel, kemudian putar kembali pully sampai posisi top 4 ( 360 derajat )
  • Setelah pada posisi top 4, aturlah katup hisap & buang pada silinder 4, kemudian katup buang silinder 3, dan katup hisab silinder 2
  • Setelah semua katup disetel, pasang kembali tutup kepala silinder


JUDUL KOMPETENSI
ENGINE TUNE - UP

KRITERIA UNJUK KERJA



  • NAMA* KOMPONEN DAN GAMBAR BERSERTA FUNGSINYA :
















PENGUKURAN
TUNE – UP ENGINE

  • Alat* yang dipergunakan :
  1. Kunci satu ( 1 ) set
  2. Fender cover dan jok cover
  3. Obeng ( + ) dan ( - )
  4. Tang satu satu ( 1 ) set
  5. Multitester
  6. Kompresor
  7. Puller
  8. Radiator cap tester
  9. Thickness gauge/feeler gauge
  10. Spring scale
  11. Dwell tester
  12. Hidrotester
  13. Timing light

  • KESELAMATAN KERJA :
Sebelum melaksanakan tune – up engine pasang fender cover dan jok cover terlebih dahulu, setelah itu lepas kutup negative ( - ) lalu dilanjutkan lepas kutup positif ( + ) dari baterai/accu.

  • LANGKAH* KERJA :
  1. Buka cap mesin
  2. Pasang fender cover dan jok cover
  3. Lepas kutup negative lalu dilanjutkan kutup positif dari baterai/accu
  4. Lepas filter udara dan fuel filter/saringan bensin
  5. Lepas masing* busi
  6. Lepas tutup distributor dan kabel tegangan tinggi

  • KOMPETENSI YANG DIKERJAKAN SAAT TUNE – UP ENGINE :
  1. Pemeriksaan baterai/accu
  2. Pemeriksaan system pengapian
  3. Pemeriksaan system pelumas
  4. Pemeriksaan system katup
  5. Pemeriksaan system bahan bakar
  6. Pemeriksaan system pendingin
  • LANGKAH* PEMERIKSAAN :
    • System pengapian
  • Baterai/accu : Berat jenis elektrolit 1,25 – 1,27 pada 20° C
Cara mengukur berat jenis elekrtolit dengan menggunakan
hidrotester dan lihat dengan mata sesuai dengan spesifikasi diatas
Tinggi elektrolit sampai garis full/low
Cara menggukur tinggi elektrolit dengan lihat dengan mata sampai batas full/low
Terminal dibersihkan
Cara membersihkan terminal baterai/accu dengan sikat kawat kalau tidak ada amplas/air panas
Kotak/casing c/ retak atau melembung
Cara mengecek kotak/casing dengan meraba/melihat kotak (baterai)
  • Coil : Tegangan primer
Tahanan ( tanpa internal resistor ) 1,3 – 1,6
Tahanan ( dengan internal resistror ) 1,5 – 1,9
Cara memeriksa tegangan primer dengan menggunakan multitester sesuai dengan spesifikasi diatas
Tegangan sekunder
Tahanan ( tanpa internal resistor ) 10,7 – 14,5
Tahanan ( dengan internal resistor ) 13,7 – 18,5
  • Distributor : Sudut dwell 52° ± 6°
Cara memeriksa sudut dwell dengan menggunakan timing light dan lihat dengan mata
Celah udara 0,20 – 0,40 mm cara memeriksa celah udara dengan menggunakan obeng ( - ) dan
( + ), feeler gauge dengan spesifikasi diatas
Celah rubbing blok 0,4 – 0,5 mm
Cara memeriksa celah rubbing blok dengan menggunakan feeler gauge dengan spesifikasi diatas
Saat pengapian 5° ± 2° sebelum TMA
Cara memeriksa saat pengapian dengan menggunakan timing light saat rpm 900
  • Kabel tegangan tinggi : Kabel busi - 25 perkabel cara memeriksa kabel busi dengan menggunakan multitester sesuai dengan spesifikasi diatas
  • Busi : Celah busi - U : 0.8 mm
U – 11 : 1,1 mm
PRES : 0.9 mm
Cara memeriksa celah busi dengan menggunakan penyetel busi
Sesuai dengan spesifikasi diatas
Kondisi elektroda patah/kocak
Cara memeriksa kondisi elektrida dengan melihat dengan mata dan
Menggerakkan dengan jari

  • System pendingin
: Tinggi air pendinggin sampai garis full/low
Cara memeriksa tinggi air dengan melihat dengan mata batas garis
Full/low atau menyelupkan jari
Tali kipas defleksi 10 kg/7 – 11 mm
Cara memeriksa tali kipas dengan menggunakan spring scale
Sesuai dengan spesifikasi diatas
Priksa kebocoran 118 kpa ( 1,2 kg/cm –17,1 kg/cm )
Cara memeriksa kebocoran air pendinggin dengan menggunakan
Radiator cap tester sesuai dengan spesifikasi diatas
Tekanan pembuka katup
STD 0,75 – 1,05 kg/cm
limit 0,6 kg/cm
Cara memeriksa tekanan katup dengan menggunakan radiator cap
Tester sesuai dengan spesifikasi datas
Priksa kualitas air pendingin baik/buruk
Cara memeriksa kualitas air pendingin dengan membuka keran
Kuras radiator
Selang pendingin c/retak* atau tidak
Cara memeriksa dengan melihat dengan mata dan meraba dengan
Jari
  • System pelumas
  • : Periksa kualitas pelumas baik/buruk
Cara memeriksa kualitas oli dengan tarik tongkat pengukur dan lihat dengan Mata apakah baik/buruk
Periksa tinggi pelumas sampai garis full/low
Cara memeriksa tinggi oli dengan tarik tongkat pengukur dan lihat dengan Mata samapi garis full/low
  • System bahan bakar
  • Saringa udara/filter udara: Bersihkan elemen baik/jelek
Cara memeriksa elemen udara dengan kompresor bersihkan
Elemen*nya/lihat dengan mata apakah baik/jelek
  • Karbulator : Priksa katup tortel
Cara memeriksa katup tortel dengan membuka penuh pada waktu pedal gas ditekan penuh
Pemeriksaan pompa percepatan
Cara memeriksa pompa percepatan dengan melihat mata bensin harus muncrat ke luar dari jet pada Waktu katup troltel terbuka
Cuk biasa
Cara memeriksa cuk biasa dengan mesin dalam keadaan dingin, suhu air pendingin harus dibawah 30° C dan lepaskan selaang vakum dari pembuka cuk
  • Putaran idle : 2K, 3K – H, 4K M/T 750 Rpm
4K (Kf ) 600 Rpm
5K (Kf ) 750 Rpm
  • Tekanan kompresi : STD pada 250 Rpm 11kg/cm
Limit 9,0 kg/cm
STD ( 5k ) 12,6 kg/cm
Limit 9,5 kg/cm
  • Konsentrasi CO : 3K – H dan 4K 0,5 – 1,5 % system HCI mati
4K ( Kf ) 1,5 – 2,5 % system HCI mati
5K ( Kf ) 1,0 ± 0,5 % system HCI mati

Cara memeperbaiki tekanan kompresi dengan perbedaan tekanan antara silinder Kurang dari 1,0 kg/cm


  • System katup
  • Katup hisap : celah katup
saat panas 0,20 mm
saat dingin 0,13 mm
  • Katup buang : Celah katup
saat panas 0,30 mm
saat dingin 0,23 mm





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar